Obat herbal pereda nyeri

1. Jahe
Saya menemukan akar jahe, di saat saya mulai mengalami masalah dengan arthitis. Saya sekarang sudah menggunaka akar jahe ini selama dua tahun, Alhamdulillah nyeri arthitis saya berkurang. Saya biasanya memakan akar jahe ini dengan cara di cincang (sekitar satu inci) kemudian saya rebus ke dalam air mendidih selama 10 menit dan di tambahkan madu sebagai pemanis. Anda juga dapat menggunakannya dengan smoothies, sup, dan makanan penutup. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengambil ekstrak jahe dua kali sehari dapat meredakan nyeri dan sendi kaku. Jahe juga dapat meredakan pilek, nyeri haid, dan rasa mual.
2. Kunyit
Jika anda menderita sakit maag, rempah-rempah kunyit ini dapat membantu. Kunyit memiliki bahan kimia yang bernama kurkumin dimana kurkumin ini mengandung antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel dan mutasi sel dari radikal bebas. Jika anda menderita masalah pada kandung empedu, sebaiknya anda jangan mengambil rempah-rempah ini. Studi menunjukan bahwa mengambil kunyit atau kurkumin pada kunyit, benar-benar dapat meredakan nyeri sendi.
3. Teh hijau
Teh hijau adalah salah satu minuman paling populer di dunia, dan bahkan telah di gunakan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Ada kemungkinan teh hijau dapat digunakan untuk mengobati peradangan arthitis dalam bentuk tablet, atau tincture. Studi membuktikan bahwa teh hijau dapat membantu nyeri sendi.
4. Lidah buaya
Lidah buaya merupakan salah satu obat herbal yang paling umum di gunakan sebagai pengobatan alternatif. The National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) mengatakan bahwa lidah buaya dapat menurunkan gula darah dan efek samping dari gastrointestinal, seperti diare. Sedangkan di sisi lain lidah buaya tidak menimbulkan efek samping.
5. Boswellia
Boswelia banyak di puji oleh praktisi pengobatan alternatif karena kemampuan anti-inflamasi nya. Hal ini berasal dari gusi pohon boswellia. Ramuan ini di duga bekerja dengan cara memblokir leukotrien. NCCAM mengakui bukti menjanjikan dari boswelia pada hewan percobaan, tapi mencatat kurangnya percobaan pada manusia. Boswellia tersedia dalam bentuk tablet, serta krim topikal.
Tidak ada komentar :

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar